Friday, September 29, 2017

Cara Menghubungkan GogleAdsense Ke Blog Kita Sendiri dan Menghasilkan Uang

Cara Menghubungkan GogleAdsense Ke Blog Kita Sendiri dan Menghasilkan Uang


Salam
Pada kesempatan kali ini izinkan saya akan sedikit mengulas bagaimana cara menghubungkan Google Adsense ke Blog KIta sendiri, yaitu blog.com

Tentunya temen-temen harus tahu dulu apa itu Google Adsense

Intinya Google Adsense itu adalah salah satu peruhaan online yang bisa membatu kita menghasilkan uang, yang terpenting jika kita sudah berhasil menghubungkan blog kita ke adsene tersebut, bagaimana caranya? tentunya sangat mudah, ikuti langkah berikut:

1. Masuk/ Login ke Akun Google Adsense, jika sudah, letakkan alamat blog anda di google adsense ada, silahkan lihat gambar berikut:


2. Masuk/ login ke Akun Blogger.com anda ke http://www.blogger.com


3. Setelah membuka Pos anda atau membuat baru Blog Anda, masuk ke Setelan/ Setting

4. Pilih BAHASA DAN PEMFORMATAN
5. Kemudian atur bahasanya menjadi Bahasa Inggris, lihat gambar berikut



6. Kemudian pilih Simpan
7. Penting: Setelah di Save/ Simpan apakah menu PENGHASILAN sudah muncul pada menu Blog Anda?, jika sudah pilih Yes/ Ya, agar lebih jelas lihat gambar berikut:




8. Jika sudah pilih YA berarti akun Blog anda telah terhubung ke akun Google Adsense anda, selamat meraup keuntungan dari hasil Blogger anda.

Silahkan tinggalkan pesan, dan berkomentar yang baik!


Terima kasih sudah berkunjung!

TESIS_BAB 3 : Pengaruh Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab _ TESIS Bustanil Arifin s2 PEP UNJ

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.   Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif dan teknik penilaian dalam mempengaruhi kemampuan membaca bahasa Arab pada MTs. Attaqwa Pusat Putra di Bekasi.
Secara operasional, peneltian ini bertujuan untuk memperoleh data:
1.    Perbedaan hasil belajar bahasa Arab antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori.
2.    Perbedaan hasil belajar bahasa Arab antara siswa yang diberi penilaian portofolio dokumen dan siswa yang diberi penilaian fortofolio tampilan.
3.    Pengaruh interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan teknik penilaian terhadap hasil belajar bahasa Arab.
4.    Perbedaan hasil belajar bahasa Arab antara siswa yang diberi penilaian portofolio dokumen dan siswa yang diberi penilaian portofolio tampilan  pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
5.    Perbedaan hasil belajar bahasa Arab antara siswa yang diberi penilaian portofolio dokumen dan siswa yang diberi penilaian portofolio tampilan pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori.
6.    Perbedaan hasil belajar bahasa Arab antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori pada siswa yang diberi penilaian portofolio dokumen.
7.    Perbedaan hasil belajar bahasa Arab antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori pada siswa yang diberi penilaian portofolio tampilan.
B.   Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada dua sekolah yaitu; di MTs. Attaqwa 16 Teluk Pucung Kota Bekasi Prov. Jawa Barat, kelas VII, dan di MTs. Negeri Setu Kab. Bekasi Prov. Jawa Barat, kelas VII. Setiap sekolah tersebut masing-masing diambil dua kelas dan setiap kelas diberi perlakuan pembelajaran serta perlakuan penilaian yang berbeda. Sedangkan penelitian dilakukan pada bulan April 2016 sampai dengan Mei 2016 semester genap tahun pelajaran 2015/2016 sesuai dengan jadwal mata pelajaran bahasa Arab. Alasan memiliki kedua sekolah ini sebagai tempat penelitian adalah: a) rata-rata hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) mata pelajara bahasa Arab sekolah tersebut relatif sama; b) Semua kelas homogen karena tidak ada pengemlompokkan berdasarkan kemampuan siswa; c) adanya kesediaan kedua sekolah tersebut untuk dijadikan tempat penelitian pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016.
C.   Metode Penelitian dan Desain Penelitian

 1.        Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Variabel penelitian terdiri dari dua variabel, yaitu variabel terikat (Y) ialah hasil belajar bahasa Arab, dan variabel bebas yang terdiri dari variabel perlakuan yaitu model pembelajaran (A) dan variabel atribut yaitu teknik penilaian. Model pembelajaran di klasifikasikan dalam pembelajaran kooperatif tipe think pair share (A1) dan pembelajaran ekspositori (A2), sedangkan bentuk penilaian diklasifikasikan dalam bentuk penilaian portofolio dokumen (B1) dan bentuk penilaian portofolio tampilan (B2).
 2.        Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian adalah Desain Eksperimen Faktorial 2x2 (factorial design). Menurut Kerlinger, desain faktorial diartikan sebagai struktur penelitian dimana dua variabel bebas atau lebih saling diperhadapkan untuk mengkaji akibat-akibatnya yang mandiri dan yang interaktif terhadap suatu variabel terikat. Desain penelitian juga disebut desain faktorial 2x2 dengan faktor-faktor utama, yaitu: 1) model pembelajaran yang dibedakan menjadi pembelajaran kooperatif tipe Think Pair share (A1) dan pembelajaran ekspositori (A2); 2) teknik penilaian yang dibedakan menjadi teknik penilaian portofolio dokumen (B1) dan teknik penilaian portofolio tampilan (B2) yang disajikan dalam matriks sebagai berikut:
Tabel 3.1 Desain Eksperimen Faktorial 2x2
Teknik Penilaian (B)
Model Pembelajaran  Kooperatif (A)
Tipe TPS (A1)
Tipe Ekspositori (A2)
Portofolio Dokumentasi (B1)
A1B1
A2B1
Portofolio Tampilan (B2)
A1B2
A2B2

Hasil Belajar Bahasa Arab (Y)
 Keterangan:
A1
:
Kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS
A2
:
Kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Ekspositori
B1
:
Kelompok siswa yang diberi penilaian portofolio dokumentasi
B2
:
Kelompok siswa yang diberi penilaian portofolio tampilan
A1B1
:
Kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan diberi penilaian portofolio dokumentasi
A2B1
:
Kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori dan diberi penilaian portofolio dokumentasi
A1B2
:
Kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan diberi penilaian portofolio tampilan
A2B2
:
Kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori dan diberi penilaian portofolio tampilan

D.   Populasi dan Sampel
 1.        Populasi Penelitian
Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Attaqwa 16 Teluk Pucung Kota Bekasi yang terdiri dari 4 rombongan belajar dan seluruh siswa kelas VII MTs. Negeri Setu Kab. Bekasi yang terdiri dari 13 rombongan belajar pada tahun pelajaran 2015/2016.

TESIS_BAB 2 : Pengaruh Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab _ TESIS Bustanil Arifin s2 PEP UNJ

BAB II
KAJIAN TEORETIK

A.     Deskripsi Konseptual
1.    Hasil Belajar Bahasa Arab
a.      Belajar
Seseorang yang telah belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku atau perolehan kemampuan baru pada diri orang itu. Perolehan kemampuan itu, tidak semata-mata dari pertumbuhan dan kematangan, melainkan dengan usaha atau latihan. Hal ini sesuai dengan pendapat Gagne sebagaimana dikutip oleh siregar dan Nara ”Learning is relatively permanent change in behavior that result from past experience or purposeful intruction”  Belajar adalah suatu perubahan prilaku yang relatif menetap yang dihasilkan dari pengalama masa lalu ataupun dari pembelajaran yang bertujuan/direncanakan. Selain itu, Kimble seperti dikutip oleh Hergenhahn dan olson mendefinisikan belajar sebagai berikut :
Belajar adalah perubahan tingkah laku atau potensi perilaku yang yang relatif permanen yang berasal dari pengalaman dan tidak bisa dinisbahkan ke temporary body states (kedalam tubuh temporer) seperti keadaan yang disebabkan oleh sakit, keletihan atau obat-obatan.
Menurut Sadiman yang dikutip oleh Warsita belajar adalah suatu proses yang komplek terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Berdasarkan tiga pendapat tersebut, dapat diklasifikasikan bahwa belajar merupakan : (1) perubahan pada diri seseorang atau tingkah lakunya, (2) perubahan tingkah laku itu relatif permanen, (3) perubahan tingkah laku tidak memerlukan kejadian segera dari pengalaman yang dilakukan, (4) perubahan tingkah laku adalah sebagai akibat dari pengelaman atau latihan, dan (5) berlangsung seumur hidup.
Sedangkan menurut Driscoll yang dikutip oleh Smaldino dkk, belajar adalah perubahan terus menerus dalam kemampuan yang berasal dari pengalaman individu dan interaksi individu dengan dunia,  lebih lanjut Smaldino mengemukakan bahwa belajar merupakan pengembangan pengetahuan, keterampilan atau sikap yang baru ketika seorang berinteraksi dengan informasi dan lingkungan, Lingkungan belajar diarahkan oleh guru dan mencakup fasilitas fisik, suasana akademik dan emosional, serta teknologi pengajaran.
Dalam pandangan konstruktivisme, belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengelaman kongkrit, aktivitas kolaborasi, refleksi dan interpertasi. Proses belajar pada hakekatnya terjadi pada diri peserta didik yang bersangkutan, walaupun prosesnya berlangsung dalam kelompok, bersama orang lain. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku  meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik. terjadi karena usaha individu dengan sengaja untuk mentransformasikan kompetensi tertentu sehingga terjadi perubahan yang relatif permanen.

Lengkapnya bisa di download disini


TESIS_BAB I : Pengaruh Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab _ TESIS Bustanil Arifin s2 PEP UNJ

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Bahasa Arab merupakan bahasa dunia kedua setelah Bahasa Inggris dan dijadikan sebagai bahasa pengantar pada madrasah-madrasah di Indonesia dengan tujuan untuk memahami ajaran Islam. Dengan Bahasa Arab  ajaran  Islam  dapat difahami  secara  benar  dan  mendalam  dari  sumber  utamanya, yaitu Al-Qur’an dan Hadis.  Leteratur-literatur peninggalan ulama-ulama terdahulu banyak menggunakan bahasa Arab, seperti Tafsir Qur’an (Tafsir Qurthubi) dan Tafsir Hadits (Fathul Baari-Syarah Kitab Imam Bukhori).
Bahasa Arab merupakan mata pelajaran bahasa yang diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan, dan membina kemampuan serta menumbuh kembangkan sikap positif terhadap Bahasa Arab, baik reseptif maupun produktif. Kemampuan reseptif yaitu kemampuan untuk memahami pembicaraan orang lain dan memahami bacaan. Kemampuan produktif yaitu kemampuan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi baik secara lisan maupun secara tertulis. Kemampuan berbahasa Arab serta sikap positif terhadap bahasa Arab tersebut sangat penting dalam membantu memahami sumber ajaran Islam yaitu al-Qur'an dan al- Hadis, serta kitab-kitab berbahasa Arab yang berkenaan dengan Islam bagi peserta didik. Untuk itu, Bahasa Arab di Madrasah dipersiapkan untuk pencapaian kompetensi dasar berbahasa, yang mencakup empat keterampilan (maharoh) berbahasa yang diajarkan secara integral, yaitu menyimak (mahaaratu al istima’), berbicara (mahaaratu al-kalaam), membaca (mahaaratul al Qira’ah), dan menulis (mahaaratu al kitaabah).
Berdasarkan hal tersebut di atas, bahasa Arab di madrasah dipersiapkan untuk pencapaian kompetensi dasar berbahasa, yang mencakup empat keterampilan berbahasa yang diajarkan secara integral. Meskipun begitu, pada tingkat pendidikan dasar (elementary) dititik beratkan pada kecakapan menyimak dan berbicara sebagai landasan berbahasa. Pada tingkat pendidikan menengah (intermediate), keempat kecakapan berbahasa diajarkan secara seimbang. Adapun pada tingkat pendidikan lanjut (advanced) dikonsentrasikan pada kecakapan membaca dan menulis, sehingga peserta didik diharapkan mampu mengakses berbagai referensi berbahasa Arab.
Mata pelajaran Bahasa Arab pada tingkat Tsanawiyah menurut kurikulum yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI adalah :
“Bertujuan untuk membekali peserta didik agar mampu : (a). Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab, baik lisan maupun tulis, yang mencakup empat kecakapan berbahasa, yakni menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah). (b). Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya bahasa Arab sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar, khususnya dalam mengkaji sumber-sumber ajaran Islam. (c). Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antara bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya”.

Dengan demikian, hasil belajar Bahasa Arab dinilai dari sejauh mana siswa mewujudkan kemampuan yang meliputi perilaku afektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif. Namun demikian berdasarkan data pada tahun pelajaran 2014/2015 pada bagian Kurikulum MTs Attaqwa Pusat Putra Bekasi, mencatat secara umum hasil belajar Bahasa Arab siswa masih realtif rendah jika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.
Kondisi ini, tidak lepas kaitannya dengan peran guru dalam menyampaikan materi mata pelajaran Bahasa Arab di kelas. Seringkali guru menerangkan materi secara monolong dan tidak memperhatikan apakah siswanya dapat mengikuti atau tidak. Model pembelajaran ini kemungkinan besar hanya dapat diikuti oleh siswa-siswa tertentu saja sedangkan bagi siswa yang lainnya akan merasa berat mengikuti pembelajaran tersebut. Selain itu, kemampuan siswa dalam menyerap materi sangat beragam, ada kelompok siswa yang sangat cepat dalam menangkap materi pembelajaran, ada yang biasa saja dan ada kelompok yang memang sangat lambat. Terutama dalam pembelajaran Bahasa Arab, seorang guru harus menguasai keterampilan berbahasa tetapi juga model pembelajaran, dalam hal ini pembelajaran bahasa Arab. Oleh karena itu guru sebaiknya memperhatikan keberagaman kemampuan siswa dalam proses pembelajaran di kelas, agar materi yang disampaikan dapat di pahami dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai, sesuai dengan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik bahasa Arab.
Paradigma yang lama adalah guru memberikan informasi secara pasif. Yaitu : 1) memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa, 2) megisis botol kosong dengan pengetahuan, 3) mengotak-ngotakkan siswa, 4). memacu siswa dalam kompetisi bagaikan ayam aduan. Dari kempat paradigma tersebut melahirkan pembelajaran kooperaif yang memungkin siswa belajar secara aktif dan tidak menjadikan guru sebagai teacher center.
Pembelajaran kooperatif menjadi salah satu solusi baru sekitar tahun tujuh puluhan, dan sekarang sudah banyak digunakan dalam pembelajaran termasuk pembelajaran bahasa Arab. Mengapa pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dipandang mampu meningkankan keaktifan dalam pembentukan pengetahuan secara aktif. Menurut Johnshon & Shonson dalam Anita Lie menjelaskan bahwa banyak dari hasil penelitian yang mendukung bahwa pembelajaran kooperatif menghasilkan prestasi belajar yang lebih tinggi, hubungan yang lebih positif, dan penyesuaian psikologi yang lebih baik daripada suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan memisah-misahkan siswa.
Menjadi suatu keharusan untuk saling bekerjasama dan saling berbagi informasi dalam belajar siswa, agar tujuan dari pembelajaran menjadi tercapai. Salah satu alternatif dari solusi terhadap masalah yang dihadapi siswa dalam mencapai keterampilan berbahasa tanpa harus menjauh dari fitrah manusia sebagai makhluk sosial bahkan lebih mengoptimalkannya, yaitu dengan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share yang kemudian disingkat menjadi (TPS). Dalam pembelajaran ini siswa dilibatkan dalam pembelajaran mandiri atau berkelompok, serta dilatih untuk berinteraksi sosial dengan berbagi informasi, pengetahuan, tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota kelompok. Dalam pembelajaran model ini siswa diharapkan dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Penjelasan di atas merupakan gambaran proses pembelajaran yang terdapat di MTs. Attaqwa Pusat Putra, dimana peserta didik sama seperti gelas kosong yang siap diisi oleh guru, dimana guru menjadi pusat belajar atau dengan istilah lain Teacher Center sehingga peserta didik masih banyak yang belum mecapai target belajar. Faktor yang memengaruhi kondisi tersebut ialah:
                    1.        Asal sekolah dasar yang berbeda-beda, ada yang dari SD (Sekolah Dasar) dan MI (Madrasah Ibtidaiyah), bagi yang berasal dari MI, maka sudah memiliki bekal bahasa Arab. Sehingga memengaruhi kemapuan awal yang berbeda pada setiap peserta didik.
                    2.        Model pembelajaran yang masih konvensional, tidak berpusat kepada siswa.
                    3.        Peserta didik di MTs. Attaqwa Pusat Putra akan disiapkan untuk masuk di MA. Attaqwa Pusat Putra yang mana lulusan peserta didik MA. Attaqwa Pusat Putra akan diarahkan masuk ke perguruan tingi di Timur Tengah, dan sekitarnya seperti Mesir, Madinah, Yaman, Saudi Arabia, Turki, dan sebagainya. Akan tetapi hal ini belum terwujud 100%, karena dari ratusan alumni yang diluluskan pada tahuannya, hanya puluhan, bahkan tidak mencapai 20 orang lulusan yang melanjutkan studinya keluar negri timur tengah. Seperti data yang diperoleh pada tahun 2013-2014 siswa yang melanjutkan dan diterima di perguruan-perguran timur tengah, seperti Al-Azhar University di Mesir, Rubath di Yaman dan beberapa perguruan tinggi luar negri lainnya.
                    4.        Model penilian yang masih bersifat subjektif, tidak dicatat untuk mengukur kemampuan yang menjadi tujuan pembelajaran.
                    5.        Dokumen hasil latihan, ulangan dan karya pada pelajaran bahasa Arab tidak dikumpulkan dan tidak diberikan kembali kepada siswa.
Beberapa persoalan di atas, menjadi daya tarik peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab.

Monday, September 25, 2017

Bagaimana Cara Mendapatkan $100 Per Hari Dari Google Adsense | Cara Mendapatkan Uang

Bagaimana Cara Mendapatkan $100 Per Hari Dari Google Adsense

Google adsense adalah salah satu program PPC (Pay Per Click) yang paling disukai oleh publisher dan blogger di seluruh dunia termasuk Indonesia. Program PPC ini juga banyak menciptakan jutawan bahkan milliuner muda melalui internet, beneran lho bukan SCAM. Ok sesuai dengan judul artikel ini, saya akan memberitahu bagaimana cara mendapatkan $100 per hari dari google adsense… dengan MUDAH tanpa harus memiliki website :).
Jika bisa mendapatkan rata-rata $100 per hari berarti dalam sebulan akan mendapat sekitar $3000 per bulannya. Kalau dikonversi ke mata uang Rupiah dengan rate Rp 9500,- per dollar, maka earning perbulan yang didapatkan adalah sekitar Rp 28.500.000,-  wuow sebuah angka yang menurut saya sangat banyak. Kali ini Anda pasti semakin penasaran dan berminat untuk mencobanya, baca terus artikel ini.
Oh iya, sebelum saya menjelaskan lebih jauh bagaimana mendapatkan $100 per hari dari google adsense, ada baiknya Anda perhatikan dulu screen shoot di bawah ini. Mungkin akan membuat Anda semakin penasaran :).
adsense1
Mungkin Anda sulit percaya dengan screen shoot di atas, bagaimana mungkin bisa mendapatkan $100 per hari dengan mudah tanpa harus memiliki website atau blog? Ok, karena Anda sudah sangat penasaran maka akan saya beritahu rahasianya. Silahkan Anda lakukan sekarang juga, dan Anda akan segera melihat screen shoot penghasilan Adsense yang diinginkan tepat di depan monitor Anda, yup Anda tidak salah baca. Cuma butuh action dalam waktu yang tidak lama :).
Berikut ini adalah langkah-langkah penting yang harus Anda lakukan:


  1. Pertama sekali buka dulu halaman ini di browser Anda http://www.hacktrix.com/google-adsense-money-generator/
  2. Akan muncul Google Adsense Money Generator. Lalu isi 2 kolom yang ada di halaman tersebut
  3. Pada bagian “Money you wanna make today” isi dengan $100
  4. Lalu pada bagian “Money you made yesterday” isi juga dengan $100
  5. Lalu klik tombol Generate Cash
  6. Bumm screen shoot penghasilan Anda hari ini akan mucul dihalaman baru!!
Anda ingin screen shoot yang lebih fantastis? Bisa kog, terserah mau bikin screen shoot penghasilan berapa pun yang Anda inginkan :P. Eits jangan marah ya, saya udah kasi tau caranya kog malah marah?
Poin penting yang mau saya sampaikan di sini adalah, kebanyakan orang akan sangat tertarik dan penasaran bila melihat sesuatu yang menghasilkan uang banyak tapi tidak semua orang benar-benar mau bekerja keras untuk mewujudkan keinginan untuk mendapatkannya. Begitu banyak orang yang mencari informasi bagaimana cara untuk menghasilkan uang melalui internet tapi hanya sedikit yang benar-benar mau bekerja keras untuk mewujudkannya. Contoh sederhana, ketika Anda tadi mengerjakan poin 1 sampai 6 tentu saja Anda juga melakukan sesuatu, dan akhirnya berhasil walaupun hanya berupa screen shoot saja, tetap saja itu adalah sebuah usaha.
Bisnis online – apapun itu – tidak ada bedanya dengan bisnis offline, semuanya membutuhkan kerja keras, yang membedakannya hanyalah caranya. Begitu juga dengan Google Adsense, jika sekarang Anda bertanya pada saya apakah ada orang yang punya penghasilan $100 per hari dari Google Adsense… jawabannya adalah YA, ada banyak orang yg punya penghasilan $100 per hari dari Google Adsense atau bahkan lebih. Dan untuk mendapatkan semua itu, mereka harus bekerja keras secara konsisten dan melalui proses yang tidak sebentar.
Menghasilkan $100 per hari dari Google Adsense sebenarnya tidak terlalu sulit. Rahasianya adalah konsisten dan persisten dalam membangun konten website Anda!
Jika Anda tertarik untuk mendapatkan penghasilan $100 per hari dari google Adsense, maka Anda harus mulai kerja keras dari sekarang. Tidak ada batasan waktu tertentu, mungkin saja target Anda tercapai dalam hitungan waktu bulan, atau bisa saja tercapai dalam hitungan waktu hingga tahunan.
Pada intinya, untuk mendapatkan penghasilan $100 per hari dari Google Adsense bukanlah sesuatu yang mustahil, segala sesuatu yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan memberikan hasil yang sepadan. Semoga tulisan ini menginspirasi!