Friday, September 29, 2017

TESIS_BAB 2 : Pengaruh Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab _ TESIS Bustanil Arifin s2 PEP UNJ

BAB II
KAJIAN TEORETIK

A.     Deskripsi Konseptual
1.    Hasil Belajar Bahasa Arab
a.      Belajar
Seseorang yang telah belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku atau perolehan kemampuan baru pada diri orang itu. Perolehan kemampuan itu, tidak semata-mata dari pertumbuhan dan kematangan, melainkan dengan usaha atau latihan. Hal ini sesuai dengan pendapat Gagne sebagaimana dikutip oleh siregar dan Nara ”Learning is relatively permanent change in behavior that result from past experience or purposeful intruction”  Belajar adalah suatu perubahan prilaku yang relatif menetap yang dihasilkan dari pengalama masa lalu ataupun dari pembelajaran yang bertujuan/direncanakan. Selain itu, Kimble seperti dikutip oleh Hergenhahn dan olson mendefinisikan belajar sebagai berikut :
Belajar adalah perubahan tingkah laku atau potensi perilaku yang yang relatif permanen yang berasal dari pengalaman dan tidak bisa dinisbahkan ke temporary body states (kedalam tubuh temporer) seperti keadaan yang disebabkan oleh sakit, keletihan atau obat-obatan.
Menurut Sadiman yang dikutip oleh Warsita belajar adalah suatu proses yang komplek terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Berdasarkan tiga pendapat tersebut, dapat diklasifikasikan bahwa belajar merupakan : (1) perubahan pada diri seseorang atau tingkah lakunya, (2) perubahan tingkah laku itu relatif permanen, (3) perubahan tingkah laku tidak memerlukan kejadian segera dari pengalaman yang dilakukan, (4) perubahan tingkah laku adalah sebagai akibat dari pengelaman atau latihan, dan (5) berlangsung seumur hidup.
Sedangkan menurut Driscoll yang dikutip oleh Smaldino dkk, belajar adalah perubahan terus menerus dalam kemampuan yang berasal dari pengalaman individu dan interaksi individu dengan dunia,  lebih lanjut Smaldino mengemukakan bahwa belajar merupakan pengembangan pengetahuan, keterampilan atau sikap yang baru ketika seorang berinteraksi dengan informasi dan lingkungan, Lingkungan belajar diarahkan oleh guru dan mencakup fasilitas fisik, suasana akademik dan emosional, serta teknologi pengajaran.
Dalam pandangan konstruktivisme, belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengelaman kongkrit, aktivitas kolaborasi, refleksi dan interpertasi. Proses belajar pada hakekatnya terjadi pada diri peserta didik yang bersangkutan, walaupun prosesnya berlangsung dalam kelompok, bersama orang lain. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku  meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik. terjadi karena usaha individu dengan sengaja untuk mentransformasikan kompetensi tertentu sehingga terjadi perubahan yang relatif permanen.

Lengkapnya bisa di download disini


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home